Perhatianmu…..
Sore itu, ujan turun dengan lebatnya. Seorang ibu berjalan dengan menggendong buah hatinya yang kira-kira berumur 3 tahun. Dengan wajah sangat khawatir, sang ibu tersebut tetap berjalan walaupun ujan semakin derasnya. Dia gak peduli dengan basah kuyup bajunya karena ujan yang disertai angin. Dia tetap melindungi buah hati tercintanya. Dia mendekap dengan eratnya. Ternyata anak tersebut sedang sakit demam yang tinggi dan harus dibawa ke dokter. Ibu tersebut berjalan kira-kira 200 meter. Dia berhenti sejenak tetapi ujan tidak berhenti. Ujan tetap turun dengan derasnya. Gak bgitu lama, akhirnya ada sebuah mobil angkutan umum berhenti dan sang ibu pun naek dengan tetap menggendong buah hati tercintanya.
Kira-kira mobil berjalan 10 menit, sang ibu turun dengan tetap menggendong buah hati tercintanya. Hujan masih saja mengikuti jalannya sang ibu. Sampailah ibu tersebut kerumah seorang dokter yang sudah terkenal dan tersohor di wilayah itu. Tetapi, sungguh malang nasib sang ibu. Begitu sampai ditempat dokter tersebut, ternyata sang dokter tidak ada dirumah. Sang ibu kalut dan bingung. Dia hanya membawa uang dua puluh lima ribu rupiah. Saat itu, uang segitu udah dibilang sangat banyak. Ditengah kekalutan tersebut, sang ibu teringat akan dokter yang dulu pernah tinggal di rumah kontrakan sebelah rumahnya. Sekarang dokter itu sudah punya rumah sendiri, tapi lagi-lagi tempatnya lumayan jauh. Sang ibu langsung saja menyeberang jalan dan berdiri ditengah-tengah ujan yang masih saja mengguyur wilayah itu. Waktu itu sudah hampir jam 18.00, dana gelap sudah siap menyongsong.
Ditengah-tengah penantian mobil angkutan umum yang didiringi dengan ujan deras, sang ibu tetap sabar dan memeluk erat buah hati tercintanya. 5 menit sudah berlalu, tapi tak ada satupun mobil yang lewat. Sang ibu tetap sabar menunggu dan menunggu. Puji tuhan, akhirnya 3 menit kemudian mobil yang ditunggu sudah tiba. Sang ibu bergegas naik dan duduk didekat jendela sambil memeluk erat sang buah hati. Mobil berjalan kira-kira 15 menit dan sang ibu turun kembali. Karena rumah dokter tersebut tidak dilalui mobil tersebut, sang ibu nunggu bus kecil yang mengarah ke rumah dokter tersebut. Tetap dengan memeluk erat sang buah hati, sang ibu sabar menunggu bus yang kali ini ujan sudah agak reda, tinggal rintik-rintik ajach. Gak berapa lama, bus datang dan sang ibu naek. Karena kursi saat itu sudah penuh, sang ibu berdiri dengan tangan kiri pegangan tiang yang ada di dalam bus, sedangkan tangan kanannya memeluk erat sang buah hati. Mata sang ibu terus memandangi bibir mungil sang buah hati. Hidung yang mancung dan pipi yang chubby. Dengan perasaan cemas dan khawatir, sang ibu sekali-kali mengusap kepala sang buah hati yang sedang tidur. Hati sang ibu selalu berdoa, smoga tidak terjadi apa-apa dengan buah hatinya. Dengan tetap berpegangan tiang dibus, sang ibu sesekali juga mengusap keringat yang ada di dahinya. Bus berjalan kira-kira 15 menit dan sang ibu turun dengan buru-buru.
Didepan pintu rumah sang dokter, Istri sang dokter ternyata masih inget dengan wajah sang ibu yang sudah semakin tua. Istri sang dokter bergegas memanggil suaminya. Diturunkan lah sang buah hati ke tempat tidur di rumah dokter tersebut. Setelah diperiksa, ternyata panasnya tinggi banget dan sang dokter hanya menyuntikkan sebuah cairan dan memberikan beberapa obat untuk diminum dirumah. Dalam hati sang ibu berkecambuk rasa takut dengan kondisi sang buah hati. Belum lagi biaya yang harus ditanggung olehnya. Dan Puji tuhan, akhirnya sang dokter berkata “gak papa kok bu lek S****, cuma demam aja, sampe rumah langsung diminum ya obatnya trus istirahat”. Sang ibu bertanya ke dokter,” berapa Pak Y****?”. Sang dokter menjawab, “Gak usah Bu Lek S****”. Sang ibu senang banget dan berkali-kali mengucapkan terima kasih ke dokter itu. Selesai diperiksa akhirnya sang ibu pulang ke rumah yang tentunya tidak disertai ujan. Kali ini ujan udah reda dan 30 menit kemudian sang ibu sampai dirumah dengan perasaan agak tenang karena sudah di kasih tahu dokter tentang penyakit sang buah hati.
Sungguh kasih sayang yang luar biasa dari seorang ibu, subhanallah… Sebuah perhatian yang tidak mengenal waktu dan ujan sebagai rintangan. Aku rindu masa-masa itu saat sekarang ini. Meskipun sekarang tidak sakit secara badan, tapi hatiku terasa gak nyaman dan kalut gak karuan. Ibu,berikanlah kasih sayangmu saat ini juga. Saat dimana aku hanya bisa manangis dan menangis. Ingin berteriak tapi gak bisa, ingin marah tapi belum waktunya. Ibu…… (Created By : DoDoT 13.12.2008.21.35.13)

mmm……..bgs2….
wildandoank said this on December 15, 2008 at 1:36 pm
He…he…. Makasih Coyy..
Kok gak dikasih nilai sich???
DoDoT said this on December 15, 2008 at 5:20 pm
hahahhaha…. bagus bagus…
menyentuh…
gina said this on December 17, 2008 at 9:15 pm
Thanks Gin…
Akhirnya kamu mau juga berkunjung ke Blog Gw ini….
DoDoT said this on December 18, 2008 at 12:32 pm
OqymyA fxrzfpwcwism, [url=http://pjwzomjxgkdl.com/]pjwzomjxgkdl[/url], [link=http://jeffcflryknr.com/]jeffcflryknr[/link], http://vlouylzspgfy.com/
tjtzdywxijy said this on January 1, 2009 at 2:01 pm