header image
 

Ngantuk…Tetap Berangkat….

Pagi itu aku bangun gak seperti biasanya. Selimut yang bau-bau aneh dan bantal yang penuh dengan aroma yang khas membuatku ingin tidur lagi. Ehm…bau yang seger banget. Kring…kring…bunyi handphone nokia ku type 3100 yang udah aku beli kira-kira 2 tahun yang lalu dengan harga 500ribu rupiah. Tibakno wis jam limo isuk (Ternyata udah jam lima pagi). Dua menit setelah aku bangun, eh ada sms dari ade’Q yang imut-imut. Eh salah, seingetku bukan sms, tapi miskol. Bener kan?? Setelah itu, aku sms dia, aku dah bangun kok. Pagi pun berlalu dengan cepat dan tibalah saatnya aku mandi. Gila….dingin banget nich air!!! Padahal disini kan daerahnya terkenal panas!! Tapi gpp lah, yang penting bis mandi jadi seger. Kira-kira jam 6 kurang dikit, aku selesai mandi. Pake kaos merek “Emba” dengan warna agak coklat-coklat dan pake celana jeans merek Emba juga dengan warna coklat juga. *Cret…cret….minyak wangi murahan ku semprotkan di tubuhku yang indah ini. ehm..wangi banget. Gak lupa tas yagng udah putus kanan kiri aku pake. Tas ni tuh jadi tas kebesaranku karena tas pertama yang aku beli setelah tas pinjeman dari temenku “nunung” udah tidak aku pake lagi. Sebelum jam 6an lebih, aku coba hubungi nomor 021-8973713. Nomor apakah itu???? Itu adalah nomor kantor agent transportasi “AO” yang ada di terminal Lippo Cikarang. AO melayani jurusan Blok M – Lippo Cikarang. Nah..bus ini ni yang selalu menjadi tumpanganku saat aku kuliah pulang malem banget, sampe jam 22.30 masih di jatibening. Pada tahu jatibening ga’???  Kalo orang-orang di Jakarta dan sekitarnya, pasti tahu lah apa tuch jatibening. Begitu diberitahu, bus lippo (sapaan akrabku kepada bus AO) akan berangkat jam 06.30, aku langsung bergegas meninggalkan kost-kostan yang telah aku huni selama 3 tahun lebih 1 bulanan. Naek angkot 33 dengan penumpang cuma 5 orang, 3 orang duduk di belakang dan 1 orang penumpang di depan dan1 orang lai yang pegangin setir mobil alias pak sopir. Kira-kira 3 meter sebelum perempatan lippo, HP kuberbunyi dan ternyata dari “Ade’Q” tercinta yang memberiku pesan “ati-ati ya”. Waktu itu akumasih sempet bales meskipun pulsaku saat itu hanya 500 perak. Waktu terus berlalu dan 1 menit kemudian sampailah di bus lippo. Jam henpon masih menunjukkan pukul 06.15. langsung aja dech naek……Tung Ting…..

Gara-Gara Enter..

Hari itu, kamis 20 November 2008. Sore itu, jam dinding kantor udah menunjukkan pukul 16.55 WIBA (Waktu Indonesia Bagian Ai***/ Mu’up sensor cos nama salah satu produsen otomotif di Indonesia). Meja itu, masih penuh dengan tumpukan kertas yang masih menggunung. Komputer itu, masih menyala dengan file excelnya. Pulpen itu, masih nongkrong di atas keyboard. HP itu, masih setia dengan YM nya.

Wah….udah bisa ditebak nich… Kayaknya gak bakal pulang cepet. Padahal kan hari ini gak da kuliah, jadi aku bisa langsung pulang dan istirahat. Maklum, hampir dua minggu ini aku disibukkan dengan ujian mid semester. Ujian yang membuat aku semakin semangat. Lah kok bisa ya??? Semakin cepet ujian, brarti semakin dekat juga pintu yang ada disana. Bener ga’??

Ting Tong Ting Tong…..Ting Tong Ting Tong….. Bener aja, ternyata jam pulang udah bunyi. Jam dinding udah menunjukkan pukul 17.05 WIBA. Udah dech, mau gak mau akhirnya harus pulang telat. Sambil maen game, akhirnya aku nunggu 2 Bos kecil yang sedang asyik mendengarkan ceramah dari Big Bos. Bos kecil satunya sedang ngerjain kerjaan disebelah Q. Setelah mereka semua selesai, akhirnya kita kumpul bareng berempat dan diberi ceramah. Setelah itu, waktu terus berjalan. Sambil nunggu temen-temen yang les English untuk pulang bareng, akhirnya kami pesen makan malam. Seperti biasa, makanan yang bisa didelivery dengan cepat, HokB** (Mu’up, sensor, nitip iklan harus bayar). Setelah temen-temen selesai les English, akhirnya akupun bersiap untuk pulang. Waktu itu, aku abis makan, jadi harus ambil air minum dulu di Pantry. Setelah selesai ambil minum, loh…kok temen-temen kok gak onok kabeh, podo ning endi yo??? Waduh..ternyata mereka sudah pada pulang. Langsung ajach aku angkat gagang telpon yang sejak tadi tidur diatas meja deket computer dan tanpa pikir panjang aku tekan 109. “Halow…Ais**, selamat malam”, ujar salah seorang security yang sedang menjawab telpon Q. “Malam Pak, nich dengan “aku” bagian Pu******* (Sensor juga ya, mu’up), “Pak Ban** sudah keluar belum ya????”, tanyaku kepada security yang angkat telpon tersebut. Bgitu dengar Pak Ban** belum keluar, akhirnya aku langsung berlari menuju kedepan untuk mengejar rombongan temen-temen yang les English tadi untuk nebeng. Akhirnya, setelah berjuang dengan berlarian yang diiringi nafas “ngos-ngosan”, aku bisa juga nebeng mobil itu.

Singkat cerita, aku dah sampe tempat kost. Kira-kira pukul 19.35an. tanpa banyak pikir dan tanpa ngomong, aku langsung lepas baju dan menuju ke kamar mandi. Byur…Byur….seger banget mandi malem-malem gini (Eh lupa, lepas sepatu juga dink sebelum mandi). Setelah itu, aku nyalain temen kecilku ini dan aku mainkan dia. Sambil dengerin lagunya Afgan (Kata orang sich kepanjangan dari Agus Faling Gantheng) “Terima kasih Cinta”, aku ambil HP untuk ber chatting Ria. Lagi, lagi dan lagi….HP ku selalu error setiap kali mau log ini. Akhirnya aku putusin untuk ber sms ama ade’ Q yang paling Cantiq & Maniez sedunia (jangan lupa, hadiahnya ya….dah di bilang cantiq dan Maniez nich…).

Seperti biasa, jam sgini dia belum pulang. Masih stay @ office. Maklum, dari pagi sibuk terus dengan chattingnya (Eit…salah, dengan kerjaanya). Waktu dikantor tadi sore, dia udah bilang mau pulang jam 20.30WIBS (Waktu Indonesia bagian Sa*****) (Mu’up sensor lagi, cos nama merek salah satu produsen elektronik di Indonesia).

Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIBS yang kebetulan sama dengan 20.35WIBK (Waktu Indonesia Bagian Kost). Sambil asyik melihat “KayLa” istrinya Hadi, yang juga mantan istrinya Aldo (suaminya “Moza”) dalam sinetron “Cinta Fitri”, aku pencet-pencet HP Q untuk menanyakan kabar ade’Q apakah udah sampe kost apa belum. “Jadi pulang Jam berapa??”, sms Q terkirim. Gak berapa lama, akhirnya da sms balesan “Gak jadi mas, mau pulang jam 10an aja, gpp kan?”. Tanpa pikir panjang dan tanpa basa-basi, secara otomatis jari lentik Q ini pencet-pencet HP sendiri yang akhirnya muncullah kata “gpp” yang berupa sms dan akhirnya “sent”.

(Sambil menarik nafas panjang dan mencoba untuk menenangkan diri) ya udahlah, ade’ Q emang lagi da kerjaan banyak. Dalam hati Q hanya berkata, andai saja aku bisa “melarangnya” untuk tidak pulang malem, pasti aku seneng banget. Tapi apalah daya, aku hanyalah aku. Lagian aku cuma “mas”, bukan suaminya yang tugasnya menjaga dia. Dengan hati yang masih mangkel, aku mencoba untuk mengalihkan perhatian hatiku dari kejadian ini. Aku buka-buka foto lama di laptop Q. Lucu-lucu fotonya. Tapi tetap aja tidak bisa ketawa. L

Tepat pukul 20:51 WIBK, Hp ku berbunyi dan ternyata itu hanyalah sebuah sms dari ade’Q. Dalam hatiku, kenapa dia sms?? Toch masih banyak kerjaan d kantor. Pikir Q dia mau minta mu’up atau apaan. Setelah aku buka, “Sms nya dibaca sampe habis Mas?”. Tanpa pikir panjang lagi, aku buka sms yan pertama tadi, dan ternyata sms yang pertama berbunyi :

“Gak jadi mas, mau pulang jam 10an aja, gpp kan?”

He3, Ade’ dah sampe kost koq :P”.

Dengan muka malu-malu> malu banget aku ma ade’ Q. Ternyata aku hanya baca sepotong sms saja. Setelah Enter Enter dan Enter, aku gak baca. Maklum, HP Q kan hanya bisa baca sedikit karakter dan untuk membaca semua karakter, aku harus scroll key Pad ke bawah. Andai saja ada orang jualan obat malu, aku akan beli satu dan langsung aku minum ditempat, biar gak malu lagi ma ade’ Q. Gak berapa lama, akhirnya aku telpon ade’ Q dan dia hanya bisa ketawa-ketiwi saja. Dasar…..Dasar……. Ternyata malam ini aku dikerjain ama seseorang yang cantiq and Maniez, ade’ Q.

dengan muka masih tertunduk malu> Mu’upin mas ya….!!!!! I Believe You and I Love You

Kehidupan Setelah “ITU”…..

Heluw…..My prends… Dah lama gak isi blog lagi nich… jadi kangen..

Setelah peristiwa itu, langkah hidupku berubah drastis dibandingkan sebelum menemukan bidadari yang manis itu. Seorang bidadari yang bisa buat aku jauh lebih baek dibandingkan aku yang dulu. Hidup lebih terarah dan yang pasti keindahan hidup bisa ditemukan disini. Keindahan yang selama ini tidak aku temukan, keindahan yang selama ini dicari-cari orang, keindahan yang hanya ada pada dua insan yang saling “mengenal”. Sungguh luar biasa. Gak bisa digambarkan dengan kata-kata, gak bisa dituliskan dengan sebuah puisi, gak dapat di tuangkan dalam secangkir kopi dan yang pasti gak akan bisa dirasakan oleh orang yang tidak mengerti arti “hidup”. Kawah gunung Bromo, Puncak Jayawijaya, bahkan keindahan Menara Eifel di paris gak akan bisa mewakili keindahan dalam hidup.

Ini adalah awal kehidupan baru bagiku. Kehidupan yang belum pernah aku rasakan selama ini. Didalam keindahan hidup tersebut, ternyata banyak hal yang harus aku persiapkan. Sedikit demi sedikit aku bisa. Persiapan yang selama ini aku siapkan akhirnya terpakai juga. Persiapannya apa ya??? Yang paling utama adalah persiapan hati. Tata hati kita dengan baek dan Insyaallah Tuhan akan memberikan jalan ketika kita melangkah ke jalan yang benar. Susah memang menata hati, apalagi kalo dasarnya sudah “kotor”, maka diperlukan waktu untuk membuatnya bersih. Bukan dengan Attack, Daia, Rinso ato bahkan So Klin pemutih, tetapi dengan pengontrolan diri, pembenahan diri dan introspeksi diri.

Kehidupan yang baru tidak lah mudah. Meskipun hati kita sudah bersih (Sebenarnya masih kotor sich, tetapi tidak lebih kotor dari yang dulu), tetapi semakin banyak juga ulah-ulah setan yang selalu mengiringi niat baek kita. Setan-setan itu tidak mau kalah. Ketika kita mulai membangun sebuah Pulau Impian, ada aja ulah-ulah mereka. Tetapi, sebesar apapun ulah mereka, kalo kita sudah niat berperang melawan, insyallah tidak ada masalah.

Lansung aja ke topik pembahasan ya….

Ternyata hidup terasa berbeda. Mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Begitu bangun tidur, “Assalamu Alaikum, Arigato Gozaimasu, Sugeng Injing, Selamat Pagi” selalu mengiringi langkahku menuju ke Kantor. Sampai di kantor, kalo dulu aku hanya berkutat ama yang namanya computer, tapi sekarang mulai ting tong bunyi bel masuk sampai ting tong bunyi bel pulang, aku selalu contact ma “bidadariku”. Kita saling cerita, kita saling mengenal dan kita saling mengingatkan akan sesuatu yang lebih baek. Kita saling menghargai, berbagi, bertukar pikiran dan ber”melet-meletan”. Mulai dari hal-hal yang sepele sampai hal-hal yang berbau rumah tangga.

Lanjut…….

Sepanjang perjalanan kami yang diiringi dengan bunga-bunga dipinggir jalan yang halus, ternyata masih banyak jalan-jalan yang berlubang, simpang-simpang jalan yang menyesatkan samapi-sampai masih ada bidadari dan bidadara yang masih bertebaran dipinggir jalan (Emang ada ya bidadara????? Ngarang aja sich.. ). Lubang-lubang kecil bawaan masa lalu yang masih menyisa dimasa sekarang. Lubang yang masih membekas dan butuh waktu untuk melupakan. Lubang yang bisa membuat orang jatuh saat melewatinya. Simpang-simpang jalan yang juga mempunyai banyak cabang. Pinter-pinternya kita bisa memilih jalan mana yang tepat. Jangan sampai salah pilih, karena akan berdampak pada kehidupan yang akan datang. Seberang jalan memang jalannya halus, tapi kita tidak tahu diujung sana. Kalo tiba-tiba ada sebuah batu besar yang menghalangi jalan, gmn??? Belum lagi kalo tiba-tiba ada longsor??? Yang penting kita harus bisa memilih, jalan ma yang tepat buat aku dan bidadariku. Sepanjang perjalanan, aku menemukan bidadari yang klihatannya “menjanjikan”. Tapi itu hanya klihatannya aja. Kalo kita amati lebih jauh, ternyata bidadari-bidadari itu adalah bidadari lama yang sudah aku temui sebelumnya.

Balik lagi ke Laptop..

Dari beberapa kejadian yang ditemui diatas, yang paling membahayakan adalah “Penataan hati”. Dukun, dokter bahkan paranormal gak akan bisa membantu untuk yang satu ini. Hati ini memang susah ditata. Jujur aja, sampai sekarang aku masih banyak kekurangan. Egois masih saja ikut dengan diriku. Mau gak mau aku harus bisa menghilangkan sifat ini. Perlahan aku mulai bisa meskipun masih dibantu oleh “bidadariku”. Prioritas utama adalah dimana aku dan bidadariku bisa berjalan dengan tenang dan penuh senyum tanpa adanya egois. Hal lain yang ada dalam diriku adalah sifat “jealous”. Kenapa sampai sekarang aku belum bisa menghilangkan sifat ini. Sifat yang selalu membuatku resah. Kalau udah resah, biasanya aku berpikiran yang enggak-enggak. Tapi, sedikit demi sedikit aku bisa mengurangi yang satu ini. Satu yang pasti aku berikan ke bidadariku yang manis, aku akan memberikan “kebebasan”. Nah loch….bingung kan??? Gak kok, aku memang memberikan “kebebasan”. Kebebasan untuk bisa menjaga kepercayaan yang sudah aku berikan. I Believe You and I Love You………

 

The End of Fighting & The New Dream IslanD

Masih inget postingan sebelumnya ga’??? Judulnya “How to Find The Best Choise”?? Bagi yang belum baca, mohon dibaca ya!! Disitu aku menceritakan bagaimana susahnya mendapatkan seorang bidadari yang ada di pulau seberang. Sebuah perjuangan yang tidak mudah dan membutuhkan kesabaran yang cukup tinggi. Hampir 6 tahun aku berusaha mencari yang terbaik untuk mendapatkan seorang bidadari. Tuhan maha mendengar. Tuhan tahu apa yang diinginkan hambanya. Ketika kita menginginkan sesuatu, pastilah kita meminta dengan sungguh-sungguh. Seorang anak kecil yang masih duduk di bangku TK, ketika ingin memiliki sebuah mainan mobil-mobilan, mereka selalu mendekati orang tuanya. Mendekat dengan cara yang tidak lazim. Mereka merayu orang tunya dengan nada yang rendah dan penuh harap. Setelah beberapa “waktu”, akhirnya mereka mendapatkan apa yang dinginkan. Tentunya sebuah pengorbanan yang tidak mudah bagi anak kecil. Bayangkan seorang anak yag masih berusia antara 4-5 tahun sudah berani meminta kepada orang tuanya, tentunya didasari dengan rasa “agak takut” dimarahi. Itulah sedikit gambaran arti dari perjuangan. Perjuangan yang didasari rasa keingin memiliki. Sungguh Luar Biasa.

Aku….Aku sendiri juga gak mudah untuk mendapatkan seorang yang selama ini aku impikan. Panas, dingin, angin, hujan bahkan sampai gempa bumi pun telah kulalui untuk mencapai sesuatu yang sangat dan sangat diharapkan. Sebuah proses panjang yang berkelok, berhenti, berpapasan bahkan sampai balik kanan juga sudah aku lalui. 6 tahun bukanlah waktu yang singkat. “Melupakan” peristiwa masa lampau sangat-sangatlah susah dan beratnya gak bisa diukur dengan timbangan apapun. Berat banget!!!. Kalo boleh mengumpamakan, beratnya melupakan masa lalu adalah sama halnya dengan beratnya seorang perokok meninggalkan kebiasaannya dalam merokok. Pagi, siang, sore dan malam sudah aku lalui dengan peristiwa masa lalu. Ketika aku mencoba melupakan masa tersebut, berbagai cara sudah aku tempuh. Ribuan kilo aku lewati, lautan luas aku sebrangi eit..kayak apa ajach, Jangan serius-serius dunk bacanya!!>. Pernah suatu ketika aku mencoba untuk mendapatkan masa yang bisa menggantikan masa lalu. Waktu itu, aku mendekati seorang bidadari yang notabene masih lumayan deket sama aku. Deket dalam artian aku udah tahu siapa dia, keluarga dan kebiasaan dia ketika ketemu temen-temen, berkumpul dan bersenda gurau. Tapi apa daya, sekeras-keras usaha manusia kalo Tuhan tidak mengijinkan, niscaya tidak akan bisa berjalan lancer. Dan benar saja, masa yang sudah aku impikan, masa yang akan menggantikan masa lalu tiba-tiba sirna dengan sebuah kalimat yang keluar dari bibir yang bidadari. Aku yakin, “dia” mengatakan itu tidak dengan serta merta. “Dia” punya alasan yang kuat. Dia berani mengatakan itu tentunya setelah mempertimbangkan banyak hal. Tuhan maha mengetahui. Begitulah awal dari sebuah pergantian masa.

Sesuai pepatah bilang, Hilang satu tumbuh seribu. Masa lalu belum hilang, eh timbul masa baru yang tentunya akan menambah beban di pikiranku. Tapi, sebesar apapun beban itu, ketika niat sudah bergejolak dan berkobar didalam jiwa, maka tidak aka nada artinya beban-beban itu. Kucoba lagi berjalan menapaki pegunungan yang semakin berat. Ditengah jalan, aku inget seorang teman masa lalu. Mungkin saja dia bisa membantu aku. Tapi sebelum aku ada niatan seperti itu, aku coba dulu dalami temenku itu. Dan singkat cerita, pada masa lalu, ternyata dia dan aku juga sama-sama ada niatan untuk jalan bersama. Tapi apa boleh buat, ketika Tuhan tidak mengijinkan, maka gak akan bisa berbuat apa-apa yang namanya manusia. Ternyata kita berdua gak sama sama jujur di masa lalu. Jadi sekarang baru ketahuan. Ketika aku mulai jujur, dia juga berkata jujur, tapi….ketika kejujuran itu sudah aku utarakan, dia hanya bisa bilang “Nasi sudah menjadi bubur”. Ternyata dia adalah seorang bidadari yang sudah dipesan orang lain. Lagi-lagi beban berat datang menghampiriku. Ini terjadi kira-kira awal tahun 2006. Lagi-lagi niat yang kuat akan emngalahkan apapun. Bgitu dengan bidadari itu aku gak akan kesampaian, maka aku melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah pulau yang bisa dibilang “indah”. Seiring berjalannya waktu, aku ketemu dengan seorang bidadari juga yang sedang berjalan juga. Kita mengobrol cukup lama dan sampai akhirnya, bidadari itu berani untuk meminta kejelasan, apakah arti pertemuan kali ini. Akku hanya bisa bilanng, mari kita cari jalan kita masing-masing menuju pulau impian. Maaf, aku gak bisa nemenin kamu munuju ke pulau impian kamu. Matahari terus berjalan dari Timur ke barat, akupun melanjutkan perjalanan mencari sebuah pulau yang sudah aku impikan. Ditengah jalan yang penuh duri dan bebatuan aku teringat kembali akan masa lalu dan masa-masa setelah itu. Dimana masa-masa tersebut adalah masa yang amat berat bagiku. Ketika aku berjalan merunduk, aku teringat kalo aku masih punya temen bidadari dimasa lalu yang ada di kota seberang. Gak jauh sich dari ibukota Negara Indonesia. Ketika aku mencoba menghubungi dia dan akan mengutarakan isi hati ini, lagi-lagi dia manjawab dengan nada yang sopan dan akhirnya keluar kata-kata itu “maaf gak bisa”. Huhh….Sudah berapa ton kalo ditotal berat beban yang sudah aku pikul. Sakit……udah terlalu berat. Aku sempat melihat kanan kiri bidadari sepanjang perjalanan. Mreka tambah membuat aku pusing dikala pundak ini memikul beban yang begitu beratnya.

Disitulah, akhirnya aku teringat. Aku punya Tuhan, kenapa aku gak minta ama tuhan aja. Dia pasti punya bidadari yang sudah dipersiapkan untukku. Dengan penuh kerendahan hati dan penuh kesabaran, akhirnya saat itu tiba. Dan ternyata benar, gak bisa di sangka, tiba-tiba didepanku ada sebuah jalan lebar, halus dan yang pasti ada seorang yang sedang menyapaku. “Lewat sini saja Pak, ada temen bapak yang menunggu disana!”, ujar seorang bidadari yang kutemui dijalan.Dan benar saja, ketika aku mulai berjalan menuju jalan itu, pelan…pelan…pelan..kurasakan ada sebuah getaran hati yang cukup kuat, padahal aku belum pernah ketemu ama bidadari itu. Waktu berjalan terus, jarum jam dinding pun terus bergerak menuju gak tahu kemana arahnya. Dengan penuh kesabaran aku beranikan untuk terus berjalan.Semakin deket, semakin kencang pula detak jantung ini. Tampak dari kejauhan seseorang yang sedang berdiri, memandangiku dengan senyum ramah, sopan dan yang pasti em…em….manis banget. Tapi bidadari yang satu ini agak lain dari biasanya, dia bisa bilang “injih Pak!!!!”. Apa ini bidadari dari Jawa?? . Aku seneng banget. Setalah hampir 6 tahun, akhirnya kurasakan rasa itu. Rasa dimana bisa menghapus masa lalu dan menggantikan masa yang sekarang. Sepanjang perjalanan menuju pulau impian penuh dengan bunga-bunga dipinggir jalan.Wangi..wangi dan wangi. Malam itu, ketika aku pertama kali menemui bidadari itu, agak sedikit canggung juga sich. Maklum, this is first night I visit her. FYI, bidadari itu sebelumnya ternyata pernah aku lihat waktu aku berjalan di awal-awal perjalanan tadi. Tetapi saat itu Tuhan belum memberikan ijin aku untuk berkenalan dengan dia. Malam itu, gak tahu kenapa tiba-tiba aku bisa berkata seperti itu. Tuhan maha mengetahui. Tuhan, makasih banyak. Engkau telah menunjukkan jalan yang insyallah akan mejadi jalan terakhir yang aku tempuh. Wahai bidadariku, terima kasih banyak ya….ternyata selama ini engkaulah yang aku cari. Gak ada hujan, gak ada angin, ternyata Tuhan punya kehendak lain. Mari kita bersyukur dan memohon kepada Allah. Bismillah….. Doakan kami ya, semoga kami berdua dapat membangun sebuah pulau impian yang selama ini kami idam-idamkan. 

HOW TO FIND THE BEST CHOICE

Halouw…..Dah lama nich gak nah maen blog lagi, cos sibuk banget nich. Ngurusin ini lah, ini donk, itu lah sampe ke ini donk. Padahal gak penting bangetz sich. Eh ya, aku mo crita apaan ya???? Ini aja ya…. Sesuai dengan title diatas, “How to Find the Best choice”. (Opo ae maksud’e, gak mudheng iki).

Inget blog aku yang berjudul “Kenapa Jalan Berbatu…??” bagi yang belum tahu, monggo dipun baca ya…. Disitu aku menceritakan tentang sebuah bidadari yang ada dipulau impian yang ada didepan mata. Tapi untuk sampai kesana harus diperlukan kerja keras dan usaha yang bener-bener ikhlas dari lubuk hati yang paling dalam. Nah..crita sekarang juga gak jauh beda ma yang dulu, tapi disini, aku lebih banyak menceritakan tentang usaha perjuangan untuk mendapatkan bidadari itu yang ternyata tidak mudah dan banyak rintangan.

Jujur aja, sampe detik ini yaitu Saturday July 12, 2008 09:01 pm, aku masih bingung dalam menentukan arah hidup. Kebingungan itu gak jauh beda ama kebanyakan orang pada umumnya. Hayo….apakah itu…?? BBM naik???? Salah….. Apa ya???? Bingung pilih partai yang sampe 34?? Salah juga….. dah ah gak penting.

Gak tahu kenapa sampai sekarang aku masih saja kebingungan. Ada dua hal yang membuat aku gak bisa tenang sampai sekarang. Apa mungkin ini adalah sesuatu yang  harus dijalani?? Tuhan pasti tahu kemampuan seseorang dimana dia berada. Tuhan gak akan mungkin kasih hambanya ujian diatas kemampuannya. Lihat aja guru-guru sekolah dasar, gak akan mungkin mereka ngasih soal ujian anak didiknya dengan integral atau differensial. Ya Kan?? Apa sich sebenarnya masalah yang membuat aku bingung?? Udah dech langsung saja aku critain. Eit…tapi inget ya, abis baca crita ini langsung kasih saran. Janji….!!!! J

Pertama, aku masih bingung, kenapa sampai saat ini aku masih belum punya suatu keputusan yang pasti dalam menentukan teman hidup. Aku bingung. Jujur saja, sudah lebih dari 5 tahun 9 bulan, tidak ada wanita yang deket sama aku. Eit..jangan di salah artikan. Deket itu maksudnya dia bisa nenangin aku jika aku khawatir, dia bisa bantu aku jika ada masalah, dia bisa buat aku tersenyum jika aku lagi marah, dia bisa buat aku tenang meskipun saat itu aku dalam bahaya, dia bisa buat aku terbang padahal saat itu aku sedang dalam kebanjiran, dia bisa bikin aku kenyang padahal saat itu aku kelaparan, dia bisa buat aku sejuk padahal saat itu sedang musim panas, dia bisa buat aku gak bisa tidur padahal kala itu aku ngantuk banget. Wis ah, pokoknya dia serba bisa.

Dulu waktu SMU, ada seorang cewek yang buat aku marah melulu. Aku marah karena aku cemburu (He…he…. Udah ach, tu crita tempoe doeloe, lagian dia sekarang udah jadi mak mak. Mungkin itu adalah sebuah pembelajaran hidup buat aku, gimana rasanya ditinggal oleh orang yang kita cintai. Gimana hayo rasanya??? Rasa jeruk atau strawberry?? Yang udah ngrasain pasti gak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Sewaktu kita sudah mulai suka dia, eh dia malah ngilang. Dasar….semua cewek emang githu. Loh ko’ jadi curhat. Udah balik lagi ke topik permasalahan). Aku pikir tuh cewek bisa buat aku tenang, eh la da lah…ternyata.

Langung aja ke crita selanjutnya. Sampe sana ya?? Oh ya, sampai saat ini belum ada wanita yang bisa buat aku tenang. Aku sendiri gak tahu. Kenapa bisa begini. Padahal aku gak nyari yang macam-macam. Pokoknya dia baek, sopan, gak neko-neko dan yang pasti diutamakan yang belum pernah deket ma cowok (He..he….). Kayaknya syarat yang terakhir itu yang susah dicari di era presiden SBY ini. Tapi itu Cuma sunnah ko’, gak wajib. Jujur aja, aku gak mau bilang cinta atau apapun kata itu ke cewek yang udah punya cowok. Makanya, ketika aku deketin seorang cewek, pasti aku tanya dulu statusnya sekarang. Meskipun aku cinta setengah mati (Sekarat dunk!!!) ama dia, aku gak akan lanjutin hubungan itu. Eit….aku lurusin nich, sebelum terjadi salah paham. Aku deketi cewek gak berbarengan sekaligus, tapi satu per satu. Jikalau satu udah gagal, makanya aku langsung ke tahap berikutnya. Biasanya sich butuh waktu lama tuk lupain seseorang yang udah diincarnya. Kemarin tuh da temen yang protes ke aku, katanya aku gak mau jujur ma cewek. Artinya, ketika aku suka cewek, aku gak bilang ke cewek itu. Tapi, melalui cerita ini, aku mau jawab ke temenku itu. Aku bukannya gak mau bilang, tetapi aku lihat dulu status cewek itu. Aku gak mau ketika dia udah punya cowok, aku ungkapin juga perasaanku ke dia. Gila apa….brarti aku rebut cewek orang dunk. Aku bukan tipe orang yang suka merebut. Meskipun yang direbut itu mau, tapi gimana perasaan cowoknya??? Sakit tahu… dan aku juga tahu gimana rasanya ditinggalin orang yang kita cintai. Mendingan aku nunggu beberapa lama daripada ada orang yang sakit liver (Sakit hati maksudnya) karena aku. Toh tuhan dah nentuin jodoh kita masing-masing. So, don’t worry!!!!

Lanjut pak sopir………… Emang sich aku pernah suka ke temen *******. Temen apa ya?? Pokoknya aku kenal dia dan dia kenal aku. Tapi sekarang udah enggak, karena dah jelas kalo dia dah punya cowok. Inti dari masalah pertama adalah belum ketemu ja ma wanita calon pendamping belanja aku ke pasar. Tapi kayaknya kalo disebut masalah gak cocok dech. Tepatnya apa ya???? Em..em… sebenarnya bukan masalah sich, tapi bukan juga sebuah halangan. Apa ya??? Ya udah, kasih aku ya kalo dah ada ide. Sapa tahu kata-kata kamu bisa buat aku tenang dan kita akan jodoh. He..he……(Maunya pengarang sich).

Oh ya lupa, sekarang ini sebenarnya ada calon temen deket yang ada di list (Ce I le… kayak blanjaan aja di list segala.) Bukan ko’, tapi udah ada gambaran sapa aja calon temen deketku itu. Tapi aku gak mau ambil keputusan tergesa-gesa. Aku harus banyak konsultasi ke dokter hati. Ini kan demi masa depanku dan calon anak2ku. Makanya gak mungkin aku asal pilih. Doain aja dech, semoga aku gak salah pilih.

Lanjut pak sopir……problem yang kedua nich masih da hubungannya dengan yang pertama. Tapi ini lebih rumit dan lebih Er U Em I Te. Aku masih bingung, akankah aku abis kuliah S1 akan langsung nikah???? Emang sich aku dulu nah bilang ke temenku waktu kuliah di I Te Es, aku akan nikah setelah S1. Tapi…aku masih bingung, karena S1 udah hampir kelar, paling gak tinggal 1 tahun lagi. Tapi…temen deket belum ada (he….he…tambah bingung ra we….). Tenang aja, aku kan masih muda, baru 24 tahun. Jadi paling tidak 2 tahun lagi baru merit. Atau kalo tidak, aku ambil S2 aja abis S1. Tapi gak punya duit… J

Gimana menurut temen-temen???? Kasih saran dunk…….

Cinta Tak Harus Memiliki……

Cinta Tak Harus Memiliki

“Saat kau pergi, berlinanglah air mataku

“Betapa singkat kurasakan kebahagiaan itu kini lenyaplah sudah

“Tak pernah kuinginkan, perpisahan ini terjadi

“Kuhanya bisa merelakan jika memang kau pikir inilah yang terbaik

“Tak perlu kau beri alasan mengapa kau ingin pergi meninggalkan diriku

“Karna ku yakin mungkin semuanya itu bisa membuatmu bahagia

“Sepenuhnya ku menyadari bahwa cinta itu tak mesti harus memiliki

“Namun kuakan terus selalu menyanyanmu setulusnya……

Inget text diatas ga? Klo gak tahu, berarti emang gak gaul alias gak pernah jadi orang muda, khususnya pemuda

Indonesia

. J Klo dipikir-pikir emang bener juga sich, cinta itu memang tak harus memiliki. Mungkin dulu aku masih gak terima dengan yang namanya “perpisahan”, tapi semenjak……. em…..em..kapan ya?? Oh ya, semenjak aku merenungi kisah hidupku hampir selama 23 tahun ini, aku sudah menemukan diriku, Who am I?

Ternyata semuanya itu adalah sebuah perjalanan panjang yang belum berakhir sampai sekarang. Waktu dulu aku masih sekolah dasar (Waktu itu aku sekolah di SDN Kuncir III kelas 5), aku pernah suka sama kakak kelas.

Para

pembaca tentunya bisa membayangkan, gimana jadinya kalo anak seusiaku waktu itu suka seorang cewek. Saking jujurnya, waktu itu aku pernah bilang ke temenku (tetanggaku juga), kalo aku tuh suka ama tuh cewek. Cewek itu namanya “Anis”, bapaknya adalah guru ngajiku waktu itu. Gila

kan

??? Setiap kali dia (Anis) pulang sekolah, aku selalu pasang aksi didepan rumah. Maklum, rumahku berada di dekat jalan, jadi kalo ada orang lewat pasti tahu. Sapa tahu aja dia mau ngelirik aku. Aku gak berani ngucapin suka ama dia, soalnya aku

kan

anak pemalu. Jadi gak berani ucapin. Nyeselkan sekarang……!!!! Kesalahan Fatal….Tapi udah ach itu semua hanya cerita tempo dulu. Sekarang aku gak tahu dimana dia sekarang. Paling juga dah merit.

Waktu SMP (SMP Negeri 1 Ngetos), aku juga pernah suka ama seorang cewek. Kebetulan dia anak satu kelas sama aku. Kelas 1,2 dan 3. Anaknya putih, manis tapi saying, dulu dia crewetnya minta ampun. Karena crewetnya itu, aku jadi mengurungkan niat tuk suka ama dia. Cewek itu namanya gak beda jauh ama yang pertama, namanya juga “Anis”. Tapi karena aku gak suka ama sikapnya, aku jadi gak tertarik lagi. Kalo yang ini aku tahu kabarnya. Lebaran 2006, aku maen ke rumahnya sekalian minta undangan, dia

kan

mau merit. Dan sekarang dia dah punya seorang anak cowok yang lahir tanggal 07 November 2007 pukul

03:00

di krian, Sidoarjo.

Waktu SMA, kayaknya aku masih pendiem kayak yang dulu. Waktu itu aku masih jadi orang yang pemalu, apalagi sama yang namanya cewek. Tapi di waktu itu, aku juga pernah suka sama cewek yang notabene bukan satu sekolahan, tapi dia adik kelas waktu SMP. Waktu itu dia sekolah di SMU Negeri 3 Nganjuk, sedangkan aku sekolah di SMU Negeri 2 Nganjuk. Waktu itu aku hanya beberapa hari saja deket ama dia, gak da hitungan bulan. Gak tahu kenapa bisa putus. Emang sich itu semua salahku, aku pergi tanpa pamit. Nah yang ini namanya “Anik”, itu nama panggilannya. Aku gak tahu dimana dia sekarang, tapi pas lebaran kemarin aku tanya sama bapakku, katanya dia masih kuliah di

Malang

. Bener atau tidak, aku kurang tahu. Klo da kabar, kasih tahu aku ya!!!!!

Masih waktu SMU juga, aku pernah suka sama cewek yang em..em…gimana ya ngomongnya…!! Yang pasti dia baek dan imoet abeezzz. Namanya “Lia”. Gak tahu kenapa ko’ aku bisa suka ama dia. Padahal dia sama aku tuh bedanya jauh banget, dan kayaknya gak mungkin bisa bersatu. Waktu itu aku yakin kalo dia adalah jodohku. Dengan keyakinan itu, aku tepis semua rumor yang dikeluarkan temen-temenku. Tapi memang dunia adalah roda, jadi semuanya berbalik menyerangku. Aku ditinggalin ama dia. Aku sadar ko’, aku gak mungkin jadi pendamping hidupnya. Sapa aku githu loh….!!! Sekarang dia juga dah merit, dan juga dah punya anak……

Waktu kuliah di Poltek-Elka ITS

Surabaya

, aku juga pernah suka sama seorang cewek. Gak tahu kenapa aku suka sama dia. Padahal, dia tuh orangnya gak cantik-cantik amat. Namanya adalah….(Eh sorry ya, critanya dilanjut kapan-kapan aja, soalnya dah sore, belum sholat ashar). Intinya dari cerita diatas adalah cinta tak hanya ada pada satu orang saja. Seiring berjalannya waktu, cinta itu bisa datang dan pergi dengan sendirinya (Eit…bukan berarti aku playboy, tapi kalo sama istriku beda lagi…..).

Ada

satu cinta yang kekal dan abadi, yaitu cinta kepada Allah Swt. Dan satu lagi, “cinta itu tidak harus memiliki”. Aku bahagia dengan ketidak adanya didekatku orang-orang yang dulu pernah aku cintai. Kalo dia bahagia, aku juga pasti akan bahagia………

                                                                                                            BeKSee,101020071632<DoDoT>

‘NduT, ImuT, Maniz ‘n Menggemaskan…….

Emang sich anak itu manis, emang sich anak itu imut, dan emang juga sich anak itu ‘NduT. Pertama liat tuh cewek, aku kira dia pendiem dan pemalu. La wong tiap hari liat dia kayak githu!!! Diam dan diam, tapi murah senyum. Nah, dari situ aku merasa tertarik untuk berteman dengan dia. Awal ceritanya sich udah aku tulis di edisi sebelum ini (“Agustus….The New Month”). Bagi yang belum sempet baca, buka aja dech lagi FS aku. Awal-awalnya sich anak di ajak sms, nyambung maksudnya.

Gak tahu lah, kenapa aku jadi pingin deket ama dia? Kayaknya sich aku ngerasa nyaman aja deket ama dia. Tiap kali aku liat dia, aku tuh seneng banget. Persis kayak waktu SMU dulu. Waktu itu, aku suka ama temen skul, tapi kita beda kelas. Namanya “Lia”. Gak tahu kenapa tiap kali aku lewat depan kelasnya, aku selalu sempetin melirik kedalam kelas. Rasanya seneng banget. Gak bisa digambarin dengan kertas karton, gak bisa di ungkapin dengan kata-kata dan gak bisa tabung dalam celengan semar. Persis banget. Tiap kali aku olahraga, saat itu aku suka banget ama Voli, aku selalu liat dia kalo berjalan. Beda banget rasanya. Tiap kali aku upacara, aku selalu merasa cemberu. Lha wong dia selalu guyon ama cowok laen? Padahal status kita saat itu belum ada, Pren Only. Apakah ini bisa di sebut cinta? Atau hanya sebuah perasaan yang numpang lewat?

Balik dei’ ka laptop…..

Ternyata apa yang aku tulis di cerita sebelumnya juga da hubungannya dengan temenku yang ‘NduT ini. Pernah baca cerita “Ada apa dengan nama LIA”? Mungkin bagi yang udah baca akan tahu, Who is Lia? Sekalian disambung aja dengan cerita sebelumnya, aku dah putusin kayaknya aku dan Lia 3 gak cocok. La wong anak orang kaya sedangkan aku anak orang tak punya….. Lagian aku kurang “suka” dengan sikapnya. Apa mungkin aku pernah dikecewain? Gak tahu ach, yang pasti sekarang aku gak suka aja dengan dia. Eh la da lah….Tuhan emang maha adil, hilang satu tumbuh seribu satu. Ternyata Tuhan tahu kalo aku gak bisa jauh dari nama LIA. Gak tahu kebetulan atau gimana ceritanya, ternyata temenku yang ‘NduT ini juga punya nama LIA, Sebelumnya aku gak tahu waktu kenalan. La wong akun Cuma minta maap ama dia gara-gara kejadian itu (Baca cerita sebelumnya).

Setelah beberapa hari aku kenal dia, ternyata anaknnya banyak ngomong, tapi dia cerdas. Gua suka ama gaya dia. Dia tipe cewek yang punya pendirian kuat, punya kemauan. Kalo gak setuju dengan dia, pasti dia menolaknya. Dia pinter, meskipun masih tecil. Dia cerdas, meskipun masih skul dan dia manis meskipun belum bisa dandan. Justru kalo cewek tampil apa adanya, akan lebih kliatan cantik.

Back to Laptop……

Hari ini bener-bener benci dia, mangkel POLLLL.. Gak tahu kenapa..mungkin mang salahku. Masa Cuma gara-gara sebuah makanan, aku jadi benci ma dia? Emang dia punya pendirian yang kuat, sekali “A” ya tetap “A”, gak akan jadi “B”. Aku suka dengan cewek yang punya pendirian teguh. Tapi, mungkin emang aku orangnya kayak gini. Sekali aja ke”sentuh” hatiku, akan lama sembuhnya. Itu hanya kejadian singkat yang buat aku benci. Ada sesuatu yang membuatku heran dan membuatku bingung, semua sekarang kayak jaman SMA dulu. Kenapa aku sekarang mudah jeles ma dia? Padahal kita blom da hubungan apapun. Apakah ini cinta? Atau hanya sekedar perasaan yang numpang mampir? Hanya allah yang bisa kasih keputusan. Tapi aku akan tetap berusaha mencari yang terbaik…….

Agustus….The New Month

Bulan Agustus bukan bulan kelahiranku. Bulan Agustus juga bukan bulan ulang tahunku. Bulan Agustus bukan pula kelahiran calon pacarku. Ada apa dengan bulan Agustus? Ada sebuah cerita di era kemerdekaan di bulan Agustus. Dimana para declarator kemerdekaan mendeklarasikan kemerdekaannya. Tapi itu semua ga’ da hubunganya ama aku. Di bulan Agustus ini banyak hal-hal baru yang muncul dalam hidupku, mulai dari sebuah arti hidup, arti penantian sampai juga sebuah penemuan kehidupan baru dalam hidupku. Apakah ini sebuah petunjuk dari Tuhanku? Atao mungkin ini adalah sebuah teguran untukku? Sampe detik ini September 01, 2007 15:15, aku belum mengetahui jawabannya.

Cerita itu bermula dari sebuah hal yang sepele. Sebuah pesan yang disampaikan lewat seseorang. Sebuah pesan yang menurutnya biasa, tapi luar biasa bagiku. Salah paham memang harus diperhatikan juga. Sebuah pesan salah paham yang membuatku agak “gimana” githu. Alkisah seorang cewek yang masih kecil (ya…kira-kira 17 tahunan lah!!!). Seorang cewek yang mengingatkan aku akan seseorang yang ada di Soerabaja. Dari gaya bicara, senyum, jalan dan yang pasti dari gaya dia menyapa. Kalo dari sifat, aku belum tahu persis. Karena aku kan baru kenal dibulan Agustus ini. Bulan yang menurutku banyak pembaharuan dalam hidupku. Semua bermula dari sebuah sms. Waktu itu aku sms dia dan aku katakan kalo salah paham diatas memang benar-benar terjadi. Aku hanya gak enak aja ama dia. Lagian aku juga gengsi, dikiranya aku gak gentle. Malam itu akhirnya aku sms banyak banget ama dia. Kita saling cerita dan saling menceritakan, who am I and Who is she?

Dia sempet tanya, kenapa ko’ aku ya yang jadi sasaran, bukan yang laen? Memang sich aku sebelumnya pernah cerita ke temen-temen kalo criteria cewek yang aku inginkan kayak “dia’. Nah dari situ, mungkin temen-temen berpikiran kalo aku suka ama dia. Padahal……..Aku kan belum suka ama dia!!!! He…he… Tapi aku juga patut berterima kasih kepada temen-temen, karena sejak ada kejadian itu aku jadi akrab ama “dia”, meskipun didepan orang kita pura-pura tidak kenal. Tapi kalo dah sampe rumah…lain lagi ceritanya. Sekarang aku senang aja dengan keberadaan dia, aku seneng kalo dia perhatian ama aku. Gak tahu kenapa rasa ini muncul pada dirinya? Apa aku bisa dibilang playboy? Apa aku bisa dibilang “mudah” jatuh cinta? Mungkin karena sekarang ini aku gak da yang perhatiin, jadi aku mudah menerima perhatian dari orang lain.

Back to Stories….. dengan kejadian itu akhirnya aku jadi tahu sapa dia dan sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa selain kakak dan ade’. Gak salah kan aku nganggep dia ade’? But for next time, we don’t know, what will happen!!!! Tapi yang pasti, untuk sekarang aku senang punya temen orang daerah sini. Thanks My Prenz….Nich sms dari “dia” sebagai pengantar tidurku :

sTi2k kSih mMbuat qta sy9,,

s uCp kTa mMbuat qT pRcya,,

skcil luKa mMbuat qt keCwa..!!

tP, sBuah pRshBtan sLma’a b’mkNa…!!!

<DoDoT:0109071555>

Kenapa Jalan ko’ berbatu?

Mungkin ini adalah sebuah perjalanan panjang sebelum aku menemukan jalan yang sebenarnya. Sebuah perjalanan yang tidak selamanya nyaman, sebuah perjalanan yang tidak pernah ada jalan tolnya. Memang ini adalah jalan yang harus ditempuh, mau gak mau harus lewat sini. Satu, dua atau bahkan tiga buah batu sandungan selalu ada. Sebuah batu yang akan menyakitkan dan memakan waktu lama untuk pengobatannya. Sebuah luka karena batu itu takkan bisa terobati meski lewat pengobatan alternative. Sebuah pengobatan yang akan membuat kita sembuh sesaat, tetapi makin tambah parah kebelakangnya. Trus, apakah aku hanya diam dan membisu? Adakah jalan lain buat lewat? Hanya Allah yang maha Mengetahui yang tahu jawabannya. Satu lagi, hanya sebuah keinginanku yang bisa buat aku keluar dari jalan yang macet ini.

Aku gak bakal mengira kalo ternyata akan begini. Sebuah kehidupan yang jujur aja buat aku merasa “sendirian” di tengah keramaian, membuat aku bingung seperti berada disebuah perempatan jalan. Kiri, kanan, lurus atau bahkan balik kanan? Kenapa ya? Memang sebuah harapan harus dimiliki seseorang. Harapan untuk bisa melewati jalan yang berbatu haruslah jelas. Di ujung sana ada sebuah bangunan bagus yang berisi berbagai makanan, minuman dan perabot lainnya serta ditemani seorang pelayan yang setia melayani dengan wajah manis dan senyum yang menawan. Siapa yang gak mau menuju kesana? Hanya orang bodoh yang menolaknya!

Mungkin itulah yang sekarang ada di dalam hati aku. Hati yang sekarang bingung berjalan. Kemanakah aku akan pergi? Dulu, aku masih bisa melihat ujung jalan disana, sebuah bangunan berdiri kokoh dan seorang pelayan yang tersenyum manis. Waktu itu aku masih yakin kalo aku bisa melewati jalan berbatu ini dan menemui pelayan tersebut. Tapi ternyata anganku itu hanya sebuah mimpi dan suatu saat pasti akan terbangun. Bener saja, akhirnya aku terbangun ketika seorang pelayan ngomong ke aku kalo ternyata dia sudah ada yang pesan meskipun dia belum tahu kapan akan diambil.

Mulai saat itu aku mengerti bahwa jalan memang berbatu dan banyak rintangan. Ternyata anganku itu adalah sebuah batu yang tidak terlihat jelas tapi bisa melukaiku. Luka yang dulunya sudah hilang kini bersemi kembali. Luka yang dulu dibuat oleh “dia”, kini terulangi lagi olehnya. Dasar….batu emang tak bisa bicara, tapi bisa menyakitkan. Mungkin untuk sekarang batu itu tidak bersahabat. Tapi meskipun telah disakiti, aku tetap aja berprasangka baik padanya. Aku jadi inget, kalo batu kita manfaatkan dengan baik maka akan menjadi pengokoh sebuah bangunan. Itu sich untuk posisi sekarang, gak tahu kalo sebuah batu tersebut sudah diambil yang pesen tadi. Do’a kan ja dech, semoga orang yang dah pesen batu itu lupa dengan pesenannya.

Dah ach, itu hanya sebuah pembukaan biar kalian mengerti, who am I? sekarang ini aku lagi pusing dan sempet berpikir siapa ya yang mau perhatian “lebih” ama aku? Emang sich aku punya sahabat yang selalu membantu dan mensupport semua tindakan dan keputusanku. Tapi dia kan gak bisa ngasih “lebih” sesuai yang aku impikan!!! Aku sudah berusaha sekuat tenaga dan pikiranku. Tapi setiap kali aku berusaha, semuanya menthok dan ujung-ujungnya aku sendiri yang “sedih”. Setiap orang yang aku anggap bisa, ternyata sudah dipesan orang lain. Kenapa ya?? Mungkin aku perlu sedikit “menjilat”. Gak lah, menjilat tu gak boleh dan next nya akan merugikan kita sendiri. Be your self!!! Kamu mau gak kasih perhatian lebih ama aku? Sebuah pertanyaan yang konyol yang gak akan dijawab oleh seorangpun. Mungkin itu adalah salah satu pertanyaan orang yang setengah gila dan setengah sadar. Apakah itu aku? Gak mungkinlah. Aku gak githu orangnya. Kalo aku emang udah “sreg” dengan seorang pelayan yang nongkrong disana, aku pasti akan berusaha secepat dan sesegera mungkin. Tapi masalahnya, blom ada satu orangpun yang bisa gantiin “dia”. La ko’ critanya sama dengan sebelumnya? Sekarang aku harus berubah. Terhitung mulai besok, 06 agustus 2007 aku akan kembali seperti dulu. Kalo kata si tukul, back to nature!!! Kan kucoba semua langkah yang telah aku atur. Sebuah langkah dimana aku telah siap menanggung semua resikonya. Tenang, tenang dan tenang. Semua tu ada yang ngatur. Hanya allah yang tahu siapa orang yang akan bakal menyambutku di ujung jalan sana. Akankah “dia”? Atau jangan-jangan “dia” lagi? Semua orang gak tahu, bahkan aku sendiripun gak tahu.

Sekarang aku harus bisa membuka mata dan harus berkata “gak aka nada orang yang sama persis didunia ini”. Mungkin selama ini aku hanya terpatok pada satu macem orang saja. Harus ini lah, harus itulah. Gak ada orang yang sama. Gak ada batu yang massa dan bentuknya sama. Lulu dan lala pun beda jauh meskipun dia sodara kembar. Masih banyak “pelayan” disana yang menunggu pesenan dari seorang yang mau memesannya. So, don’t worry, Never run out!!!!

Agus……I will wait you”,she said. Who is she?

ROAD TO MARINA BEACH (July 21, 2007)

Malem itu tanggal 20 Juli 2007, aku udah nyantai-nyantai dirumah kontrakan. Maklum, besok kan libur, jadi gak da kerjaan. Dikesunyian malam terdengar suara aneh berbunyi dan bener itu adalah suara HP ku. Eh ternyata ada sms dari Teteh W. Kami akhirnya sms tentang acara besok yang mau Road to Marina beach. Personel yang ikut besok cuma 4 orang, aku, temenku “Mr.D”, “teteh W” ‘n si jelek “Ms.M”. Malem itu ternyata aku gak bisa tidur, mungkin karena belum ngantuk. Jadi aku telpon sahabatku Ms.Bau (maklum, kalo telpon aku biasanya dia belom mandi) yang ada di Soerabaja. Kami telpon ngomong ngalor ngidul. Layaknya seorang sahabat, kami hanya becanda dan becanda. Satu lagi, kalo telpon, kita saling ejek. “Dasar, cewek jelek”, kataku padanya.

Malem mulai larut dan akhirnya aku tertidur setelah melihat berita olahraga di MetroTV. Pagi itu aku bangun pagi-pagi dan langsung mandi. Tepat jam 06.30 aku berangkat ke shuttle bus Lippo Cikarang. Eh disana sudah nongkrong temenku, Mr.D. 10 menit kemudian, teteh W datang dengan naek ojek. Tepat pukul 07.15 pagi, bus berangkat dan 10 menit kemudian temenku Ms.M udah nunggu didepan kostnya. Kami pun akhirnya berangkat ber-empat. Aku duduk dengan Mr.D dan teteh W duduk ama Ms.M. 45 menit perjalanan, kami akhirnya sampai di Cawang. Perlu diketahui pagi itu jalan Tol lancar banget. Sampai di Cawang atas, akhirnya kami turun dari Bus dan langsung menuju ke Halte busway Cawang atas. Kami beli tiket dan nunggu bus berikutnya masuk ke halte. Sambil nunggu bus datang, aku sambil tanya-tanya ke temenku Ms.M. katanya dia ada kuliah siang ini jam 13.00. Perlu diketahui, temenku yang satu ini sedang melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 di Indonesia University. Gak berapa lama, akhirnya bus datang dan kami langsung naek. Eh la da la….ternyata penuh banget…..akhirnya kami berdiri sambil bergelantungan. Dan gak sengaja aku berdiri di dekat temenku itu. Dia kecil sich, jadi ketiakku deket ama dia. Dengan nada menyindir, aku katakan “wangi kan ketiakku? He…he….”.

Gak berapa lama, akhirnya bus berhenti di shuttle kampung melayu yang merupakan tempat transit penumpamg dari kampung rambutan yang akan melanjutkan perjalanan ke Ancol. Wuih…penuh banget nich pintu masuknya? Akhirnya kami ngantri nunggu bus berikutnya. Gak berapa lama akhirnya bus datang dan langsung “kruyuk…..kruyuk…” penumpang pada berjubel masuk ke bus way. Tapi… lagi-lagi bus penuh dan akhirnya kami berdiri bergelantungan lagi. Aku liat temenku Ms.M sendirian dibelakang dan akhirnya aku datang menyamperinya. Aku akhirnya berbincang-bincang dikit mengenai “sesuatu” yang agak pribadi. Perlu diketahui, temenku Ms.M ini orangnya kecil, putih dan yang pasti lucu banget. Kata dia sich, “dia manis”, tapi menurutku sich biasa aja. Tapi dia lucu banget, imut-imut kayak semut. Perjalanan yang mengasyikkan dan akhirnya satu persatu penumpang banyak yang turun, kami pun berempat dapat tempat duduk.

Gak berapa lama, eh dah sampe dech di kawasan “Marina beach”. Kami langsung menuju loket masuk dan langsung aja jalan kaki ke tempat dingin. Maklum, saat itu udara panas banget. Kami akhirnya putusin tuk nunggu taxi dan akhirnya naek dan turun di deket hotel horizon. Kami akhirnya sewa tiker dan duduk-duduk menikmati udara pagi di marina Beach. Sambil ngobrol kamipun sarapan pagi yang dibawa dari rumah. Enak banget makan pagi bersama orang-orang yang kita cintai. Eit…maksudnya orang-orang yang menjadi sahabat kita. Sambil ngobrol-ngobrol kamipun menikmati sarapan pagi yang pedes banget. Selesai sarapan, aku ama Mr.D putusin tuk ambil gambar di pinggir pantai. Aku gantian berphoto ama Mr. D dan sambil nyuri-nyuri gambar, akhirnya aku jepret juga Ms.M. Lucu banget sich orangnya, ngegemesin…ih…ih..pingin banget cubit pipinya…… Dasar aku, dari dulu ko’ sukanya ama cewek yang chubby. Setelah lama ngobrol-ngobrol, kami pun akhirnya berjalan menuju kereta gantung “Gondola”. Sepanjang perjalanan menuju ke Gondola, kamipun mampir ke sebuah kedai yang jual kacamata. Ms.M coba salah satu kacamata itu, dan wuiiihh…cocok banget, jadi tambah imut-imut kayak semut lagi!!!! Tiba di lokasi gondola, eh..ternyata loket belum dibuka. Akhirnya kami antri untuk beli tiket. Sambil antri, teteh W akhirnya beli teh botol dan langsung duduk di tempat yang disediakan. Aku tetep aja antri dengan calon penumpang lain. Sambil antri, aku sambil ngeliat “om om” yang bawa cewek masih muda banget. Gak tahu pacar, selingkuhan atau anaknya. Setelah loket dibuka, akhirnya aku dapat empat tiket dan langsung menuju ke atas untuk persiapan naek “Gondola”. Wuih..akhirnya jalan melingkar keatas yang lumayan jauh. Sambil jalan, aku liat-liat ke luar dan wuih….seger banget tuh kayaknya nongkrong di pantai itu. Sambil aku bilang ke temenku Ms.M. “udah…bolos aja kuliah, kan cuma sehari aja, mending kita disini sampe sore”,kataku. Eh tu cewek bilang, katanya gak mau, katanya jatah bolosnya dah abis. Ya udah, mo gimana lagi. Aku kan gak bisa maksa. Gak berapa lama, akhirnya kami sampe juga di atas. Lumayan banyak sich, 15an orang yang antri. Sambil nunggu antrian naek “Gondola” akhirnya kami ngobrol-ngobrol lagi. Dan tiba saat itu, akhirnya kami berempat naek juga akhirnya dan eh tunggu dulu, photo2 dulu donk. “gaya dulu ah….” Jepret…. Akhirnya kami berjalan dan menikmati dari atas “Marina Beach” atao yang lebih dikenal Ancol. Diatas kamipun gak lupa berphoto-photo ria. Ih….lagi-lagi nich cewek lucu banget…katanya malu di photo, tapi hasilnya bagus juga tuh. Keliatan lucu ‘n manis….

Setelah puas naek Gondola (sebenarnya sich gak Puas, tapi sayang “dia” ada kuliah), kamipun putuskan untuk menuju ke kantor pelayanan travel ke pulau seribu. Sebelum masuk ke kantor tersebut, kami menuju ke tempat sandarnya kapal-kapal boat tuk photo-photo. Dan jepret..akhirnya kami ambil gambar lagi. Gak berapa lama ambil-ambil gambar, akhirnya kami menuju ke kantor yang hendak kami tuju. Kami akhirnya mendapatkan informasi plus brosur2 tentang kepulauan seribu, tapi lumayan mahal juga ya…!!!! Sebelum meninggalkan kantor tersebut, aku sempetin dulu tuk ke kamar kecil (eit…bukan kamar mini), tuk buang air yang telah aku tahan dari tadi. Setelah puas buang air, aku keluar kamar dan langsung aja bergabung bersama temen-temen keluar kantor tersebut.

Dikarenakan jam sudah hampir jam 12 siang, kami akhirnya balik ke shuttle busway dan langsung beli tiket trus ninggalin marina beach yang cuma sebentar. Siang itu, kami capek banget, ngantuk dan kami putuskan tuk turun shuttle busway UI dan masuk kampus sholat dhuhur dulu. Kamipun sholat layaknya seorang muslim kebanyakan. Selepas sholat, kami nunggu teteh W ‘n Ms.M. sambil nongkrong diluar pagar, aku ikut bergabung dengan gerombolan mahasiswa yang akan melakukan demo. Aku gak tahu mo demo apaan. Tapi tiba-tiba seorang pria berkumis datang menghapiriku dan bertanya “dari mana aja mas demo hari ini”?. Aku bilang gak tahu. Dia malah menanngapi, udah jawab aja, gpp. Aku tetep bilang gak tahu. Eh..dia jawab lagi, gpp jawab aja., masak sich di tutup2pi. Aku kan gak bo’ong, aku bener2 gak tahu. Abis itu, keluar dech teteh W ‘n Ms.M. Kamipun ngobrol sebentar dan akhirnya Ms.M mau masuk tuk kuliah dan kami bertiga langsung cari bajaj tuk menuju ke TIM (Taman ismail Marzuki). Kira-kira sepuluh menit, akhirnya kami sampe di TIM dan kami langsung menuju ke kantin dan pesen makanan. Sambil makan , kami pun ngobrol dan ngliat-liat cewek yang mondar-mandir di daerah IKJ. Wuih…ternyata banyak juga ya cewek yang cantik di “luar sana”. Eit…kaget juga aku…waktu kami makan, disebelah kami ada tontonan gratis, tontonan yang gak seharusnya dilakukan siang-siang di tengah2 umum. Tapi emang dasar otak binatang, tetep aja dilakukan. Sepasang kucing lagi melakukan “in the hoi” didepan kami. Kami akhirnya cuma ketawa-ketiwi dan gak bakal lupa mengambil photo. Itung-itung oleh2 buat temen2 dikantor. Setelah makan, kami langsung menuju ke tempat pertunjukan planetarium. Sambil menunggu jam pertunjukan, kami akhirnya baca-baca Koran kompas yang kami beli di UI tadi. Oh ya, aku kan punya temen di UI, jadi aku iseng2 sms dia, kali aja dia ada di kampus. Eh ternyata dia sedang praktek di klinik, maklum ini hari sabtu dan dia gak da kuliah. Tepat pukul 14.20WIB pintu pertunjukan planetarium dibuka dan kamipun bergegas untuk menuju ke ruang pertunjukan, maklum tempat duduk tidak diatur dan kami harus saling berebut untuk mendapatkan posisi yang nyaman dan tepat ditengah-tengah. Sebagai informasi, planetarium adalah tempat pertunjukan semacam bioskop tapi layarnya adalah dinding atas berupa kubah berbentuk bulat. Jadi kalo kita memandang keatas, serasa memandang alam terbuka nan luas. Wuih..pertunjukannya seru banget, beribu-ribu bintang bertebaran diangkasa dan satu bintang yang tersenyum kepadaku. Dalam pikirku , tu bintang adalah “dia”. But, it is too late. Kira-kira hampir 40menit pertunjukan dimainkan. Setelah itu kami langsung keluar dan rencana langsung menuju ke kampus UI tuk jemput temenku Ms.M yang tadi ada kuliah. Teteh W coba tuk telpon dia, tapi gak diangkat. Setelah aku coba telpon, ternyata dia masih ada kuliah. Sambil nunggu dia kuliah, kita bertiga makan “somay” didepan pintu masuk TIM dan diteruskan dengan naek BAJAJ lagi.

Tiba di depan seberang kampus UI, ternyata Ms. M belum juga keluar, katanya lagi jalan. Kami bertiga menunggu dia sambil liat-liat penampilan cewek-cewek disekitar dan teteh W bilang kalo cewek sekarang lebih suka pake sandal tanpa hak tinggi. Menurutku itu sich udah trend nya sekarang. Kami bertiga coba nebak-nebak Ms.M keluar darimana. Aku tebak, dia lewat jembatan penyeberangan dan teteh W tebak dia lewat bawah jembatan. Setelah sekitar 10 menit menunggu, akhirnya kami berdua salah tebakan. Ternyata Ms.M lewat jalan sebelah utara dan kami berdua langsung menuju ke tempatnya.

Naek apaan ya enaknya? Tanpa pikir panjang akhirnya teteh W menghentikan sebuah taxi. Padahal rencana awal adalah kita naek bus yang ke kampung melayu trus naek 26 ke arah kalimalang. Akhirnya kami berempat naek taxi dan langsung menuju ke RS harum dimana teman kantor kami Mr.H dirawat. Kira-kira 20 menit akhirnya kami nyampe dan langsung masuk ke RS. Tanpa berpikir panjang kami langsung menuju ke kamar 208 dimana temen kantor kami dirawat. Begitu kami sampe, ternyata temen kami itu gi sholat ashar. Kami menunggu diluar. Kira-kira 10 menit, akhirnya kami langsung masuk ke kamar lagi. Setelah berbincang cukup lama, kami putuskan untuk pulang. Sebelum meninggalkan RS, kami sholat ashar dulu di RS tersebut. Maklum, jam sudah menunjukkan pukul 17.00 dan hampir magrib. Kami pun keluar dari RS dan langsung naek angkot 19 menuju ke Cawang. Didalam angkot tersebut kami becanda dan kata-kata yang paling saya ingat adalah “Kop Gembol”. Embohlah, la wong iku bahasa sunda, aku kan wong jowo, jadi aku gak ngerti. Perlu diketahui, ketiga temenku itu semuanya orang sunda, jadi aku thok sing wong jowo.

Sampe cawang, akhirnya kami langsung naek angkot 59 yang menuju ke Cikarang. Kira-kira 10menit, angkot langsung berangkat dan akupun tertidur lemas di dalamnya. Maklum, abis jalan seharian rasanya capek banget. Kira-kira menempuh 45 menit, kami pun sampe di cikarang dan lagi-lagi kami langsung menuju ke kerpur untuk belanja. Muter-muter kerpur kira-kira setengah jam sambil menunggu taxi datang. Setelah belanja penuh, aku beranikan diri tuk tanya ke Ms.M, sapa sich cowoknya? Orang mana sich? Tapi dia hanya ketawa dan gak mau jawab. Mungkin kita baru deket sich, jadi belum akrab betul. Emang dia temenku, tapi Cuma just say hello, gak sedeket sahabatku yang di SBY.

Abis dari kerpur, langsung kami pulang dan aku turun di depan baso Eric sama Ms.M. Dia kan kontrak di deket situ. AKhirnya setelah seharian penuh, keluarlah ceritaku sebelum ini.

<DoDoT : 2907072050>